Site Loader

Pada era modern saat ini, kemajuan dalam berbagai
bidang teknologi sangatlah pesat, tak terkecuali dalam bidang transportasi yang
merupakan faktor pendukung manusia untuk melakukan semua aktivitas untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Perkembangan teknologi dalam bidang transportasi
dewasa ini digemparkan oleh adanya autonomous
car, yaitu mobil tanpa pengemudi yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan
besar seperti google dan Volvo serta perusahaan pendukung lainnya.  Autonomous
car atau disebut juga self-driving
car adalah mobil yang mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dilengkapi dengan berbagai sensor
canggih yang dapat mendeteksi semua benda disekitarnya dengan baik lalu
mengakumulasikan data tersebut untuk menentukan bergeraknya mobil tanpa awak
tersebut. Namun kata baik dalam hal
ini belum tentu merujuk pada kata benar, karena secanggih apapun teknologi AI yang
digunakan jika terjadi kesalahan dalam sistemnya maka akan menyebabkan masalah
yang lebih besar daripada masalah yang ditimbulkan oleh supir manual.

            Jadi,
mengapa autonomous car perlu dibahas
lebih banyak lagi? perkembangan autonomous car, merupakan suatu inovasi
dari para ilmuwan untuk  memperbesar
efisiensi dan juga untuk meningkatkan keselamatan dari penumpang yang ada di
dalam kendaraan, serta mengurangi polusi yang dihasilkan kendaraan. Namun yang
menjadi permasalahan adalah apakah teknologi ini cocok digunakan di negara
Indonesia? Indonesia merupakan Negara dengan pengguna kendaraan pribadi yang
sangat banyak, apakah sistem AI pada  autonomus car mampu mengimbangi
pemikiran dari supir manual? Dan yang paling penting adalah apakah kendaraan
otomatis ini mampu menyesuaikan etika dan moral dalam berlalu lintas di
Indonesia?. Dari berbagai pertanyaan yang timbul, dalam artikel ini akan dilakukan
pengkajian terhadap pro dan kontra penggunaan autonomous car jika digunakan di Indonesia.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Pembahasan

            Menurut
McKinsey & Company 90% kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan pengemudi
dapat dikurangi jika mobil Autonomous
telah digunakan massal di Amerika Serikat (Ramsey, 2015). hal ini kemungkinan
benar, namun bagaimana jika digunakan di Indonesia? Indonesia adalah negara
yang mayoritas penduduknya adalah kelas menengah dan dibawahnya, sedangkan
harga dari autonomous car adalah
300,000 sampai 400,000 dolar US, sehingga jenis mobil ini bukanlah sesuatu yang
mudah dibeli oleh masyarakat indonesia pada umumnya.

            Karena
tidak meratanya penggunaan autonomous car
tersebut, mungkin keadaan lalu lintas di indonesia semakin kacau. Berdasarkan fakta,
pengguna jalan di Indonesia sangat kurang kesadarannya dalam berlalu lintas,
banyak pengendara kendaraan bermotor yang tidak mematuhi rambu rambu lalu
lintas, serta banyak pengendara sepeda motor yang masih tergolong kurang kompeten
dalam mengemudi. Karena fakta tersebut, akan sangat sulit bagi Autonomous car untuk mengambil keputusan
secara langsung jika terjadi kesalahan dari pengendara manual di sekitarnya,
sehingga kata “aman” dari kelebihan mobil jenis ini belum bisa tercapai jika
diimplementasikan di indonesia saat ini.

            Setelah
timbul asumsi bahwa kendaraan otomatis tersebut tidak aman jika digunakan di
Indonesia, dan keutamaan mobil jenis ini adalah keselamatan penumpang sebagai prioritas
utama, maka timbul pertanyaan jika mobil ini dalam keadaan dengan pilihan sulit
saat di jalan, apakah mobil ini tetap mengutamakan keselamatan penumpangnya
dengan mengabaikan keselamatan pengendara disekitarnya? Sehingga moral dan
etika penggunaan kendaraan ini perlu dipertanyakan. Misalnya, mobil ini dalam
keadaan genting, di depan kendaraan terdapat truk yang tanpa sengaja
menjatuhkan alat berat, namun masing masing sisi mobil ini terdapat dua sepeda
motor dan pada bagian belakang terdapat mobil, maka jika tetap mengutamakan
keselamatan penumpangnya saja tentunya mobil ini akan menabrak ke arah sepeda
motor. Sehingga hal ini merupakan keadaan yang sulit bagi developer driveless car dalam
memilih algoritma terbaik untuk system AI pada mobil ini. Tidak hanya itu saja,
meskipun kemungkinan kecil terjadi kesalahan, masih ada kemungkinan adanya glitch pada system AI sehingga masalah
yang timbul semakin parah.

            Masalah
terakhir adalah jika terjadi kecelakaan seperti yang telah dijelaskan, maka
akan timbul pertanyaan, siapakah yang salah dalam kecelakaan tersebut? Apakah penumpang
yang hanya duduk diam? Atau developer sebagai pembuat program? Ataukah
pemerintah yang telah memberi perizinan? Tentunya hal ini adalah kesalahan
berantai yang semuanya adalah penanggung jawab. Maka penggunaan teknologi ini
adalah suatu kejadian besar, yang seharusnya dirundingkan terlebih dahulu oleh
seluruh komponen negara.

 

 

Kesimpulan

            Autonomous car adalah teknologi yang efisien dan merupakan inovasi
besar yang tercipta berawal dari impian masa lalu. Pada jaman dahulu mobil
manual dilihat aneh, namun sekarang menjadi kebutuhan, begitu juga autonomous car, pada masa depan mungkin
akan menjadi sesuatu yang biasa digunakan oleh setiap manusia. Namun untuk saat
ini sebaiknya tidak diimplementasikan di Indonesia, karena tidak semua komponen
masyarakat  siap menggunakan autonomous car secara massal, sehingga
implementasi teknologi ini bukan suatu keputusan yang tepat. Sebaiknya,
pemerintah perlu mebuat regulasi yang benar-benar tepat, jika seluruh komponen
masyarakat telah siap menggunakan kendaraan ini secara massal, maka manfaat
dari teknologi ini menjadi maksimal tanpa ada kontroversi.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Rhonda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out